Langsung ke konten utama

Kota Jakarta

Kota Jakarta 


Ternyata, kota Jakarta tidak seburuk yang kubayangkan, namun tidak juga seindah yang kuimpikan. Bukan hanya pemandangannya tapi juga transportasinya, tempat-tempat kunjungannya, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tumbuhan hijau yang banyak dan tertata rapih, kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan yang mulus, halus dan indah, pejalan kaki yang menyeberang dengan tertib, pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas ….. itulah sebagian kecil dari impianku untuk kota Jakarta.

Memang begitu mudah untuk mengutarakan pikiran ini, namun begitu sulit untuk melaksanakannya. Aku sempat berpikir, apa yang dapat kulakukan untuk kota Jakarta – Indonesia – yang kucintai ini? Mungkinkah saat ku besar nanti aku menjadi seorang sastrawan yang terus menulis? Atau mungkin, di siang hari yang terik aku sendiri yang menyingkirkan dedauan kering itu? Atau mungkin aku adalah salah seorang yang berpartisipasi dalam pembersihan kali? Aku tau, walaupun aku bisa tapi belum tentu itu semua adalah bagianku. Lagi pula, aku memerlukan waktu bertahun-tahun lamanya untuk sampai di utara dan meninggalkan selatan.

Aku bersyukur dapat tinggal di negeri dan kota ini, tetapi terkadang aku merasa bosan, kecewa sedih dan marah. Bosan karena setiap hari yang kulihat sama saja, kecewa karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak memiliki tanggung jawab sosial, sedih melihat kota Jakarta yang semakin hari kian memburuk, dan marah terhadap mereka yang tidak pernah menghargai dan terus mengeluh. Aku sadar kalau aku bukanlah manusia yang terus bersyukur, aku juga sering mengeluh bahkan hampir setiap hari. Walau begitu, dalam keluhanku itu aku sadar bahwa kondisi sulit yang kualami haruslah kusyukuri karena apa haknya aku untuk mengeluh? Penciptaku saja tidak pernah mengeluh ketika disiksa walaupun Ia tidak bersalah. Kalau begitu, apa haknya aku untuk mengeluh?

Jika waktuku tiba, aku akan mengusahakan semuanya itu. Yang kumaksud semuanya ialah panggilan dan bagian yang akan kukerjakan -dengan semaksimal mungkin-. Mungkin yang kukerjakan tidak semuanya terpenuhi, tetapi setidaknya usahaku dapat memengaruhi kondisi kota Jakarta ini. Pada saat itu, aku akan berkata dengan sungguh-sungguh, aku cinta tanah airku Indonesia.

Komentar

  1. Halo gavrilla :)
    seneng deh bisa baca sharing kamu ttg Jakarta..
    semoga kita sama" bisa tau porsi kita di Ibu Kota tercinta hehehe
    Mnurut aku, kt bs partisipasi ga cuman ntr wkt kita gede. Banyak yg bisa kita lakuin dr skrg mnurut aku.. misalnya ikt bersih", atau ikut komunitas belajar, dll.. aku percaya kalau kita mau buat dampak besar nanti, kita harus mulai dr hal" kecil sekarang.

    BalasHapus
  2. Hai ci Silla

    Thanks you buat commentnya (akhirnya ada yang comment hehe)...
    Bener kata cici kalo hal besar dimulai dari hal kecil, thank you buat masukannya + uda ingetin aku sama poin ini :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 09 Juni 2021 "Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha" - Jerome Polin Akhir-akhir ini aku suka sekali menonton YouTube Jerome Polin, dan dalam minggu ini baru saja kesampean membaca buku yang menceritakan kisah hidupnya berjudul "Mantappu Jiwa". Dari bukunya aku belajar bahwa hidup itu ga pernah mudah dan Jerome adalah seorang pemuda yang gigih berjuang dan pantang menyerah, ia juga selalu membawa seluruh usahanya di dalam doa kepada Tuhan. Salah satu quotes yang aku suka dari bukunya yaitu: Seperti kata orang banyak jalan menuju ke Roma, berarti banyak juga jalan menuju kesuksesan. Namun ternyata Roma yang kita tuju belum tentu Roma yang Tuhan maksud." Setelah membaca sebagian dari bukunya dan setiap kali menonton videonya, aku selalu termotivasi untuk bangkit lagi. Bersyukur karena Tuhan bangkitkan orang yang humble seperti Jerome Polin.  Pada hari ini, tanggal 09 Juni 2021 aku mau cerita sedikit tentang health condition ku. Kemarin genap 3 bulan aku me...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Tulisan di awal tahun 2015

KENANGAN Selamat tahun baru. Sangat tidak terasa, waktu sudah berlalu begitu cepat. Sepertinya, baru saja kemarin aku libur, ternyata besok sudah sekolah lagi. Aku senang dengan liburan kali ini. Walaupun rasa malas di masa libur sangat kuat, tapi aku tetap berhasil mengatur jadwalku. Hal yang paling sering kukerjakan waktu libur adalah membaca, menonton, dan melihat kenangan serta mengingatnya.  Biasanya, aku mengingat kenangan melalui foto atau buku harian. Banyak cerita yang terkandung di dalamnya. Cerita itu tidak selalu menyenangkan. Tidak jarang cerita itu membuatku sedih. Namun, aku senang mengenangnya dan kusebut kenangan itu sebagai sejarah.  Saat mengenang masa lalu dan melihat masa kini, aku menyadari ada banyak hal yang berubah. Sebagian dari mereka sudah tidak seramah dulu. Namun, ada juga yang masih sama. Diriku pun berubah. Aku sering mengeluh akan perubahan yang terjadi, tapi kusadari bahwa itulah kehidupan. kehidupan menyebabkan adanya perubahan, ke arah p...