Langsung ke konten utama

Kisah seorang pelukis

Kisah Seorang Pelukis

Suatu hari seorang pelukis terkenal sedang menyelesaikan lukisan terbaiknya dan rencananya lukisan itu akan dipamerkan pada saat pernikahan Putri Kerajaan. Ketika ia berhasil menyelesaikan lukisannya ia sangat senang dan terus memandangi lukisannya yang berukuran 2x8 meter. Sambil memandangi, ia berjalan mundur, dan ketika berjalan mundur, ia tidak melihat ke belakang. Ia terus berjalan mundur dan dibelakangnya adalah ujung dari gedung tersebut yang sangat tinggi, hanya tersisa satu langkah lagi maka ia akan mengakhiri hidupnya. 

Seseorang melihat kejadian tersebut dan bermaksud untuk berteriak memperingatkan pelukis tersebut. Akan tetapi, ia tidak jadi berteriak karena ia khawatir jika ia berteriak si pelukis justru akan kaget dan terjatuh. Kemudian orang itu segera mengambil kuas dan cat yang ada di depan lukisan tersebut dan segera mencoret-coret lukisan sang pelukis hingga akhirnya lukisannya rusak. Tentu saja pelukis itu sangat marah dan berjalan maju karena ia hendak memukuli orang itu. Akan tetapi, beberapa orang yang ada di tempat itu justru menghadang dan memperlihatkan posisi pelukis tadi yang hampir jatuh. 

Terkadang, kita melukiskan masa depan kita dengan sangat bagus dan memimpikan suatu hari indah yang kita idamkan. Akan tetapi, terkadang rencana itu tidak dapat terlaksana karena Tuhan punya maksud lain yang lebih baik. Terkadang, kita marah dan jengkel terhadap Tuhan atau mungkin terhadap orang lain. Akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa Tuhan selalu menyediakan yang terbaik bagi kita. Dia melihat segala sesuatu yang tidak dapat kita lihat, seperti masa depan kita.

Source : Rehobot Bulletin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 09 Juni 2021 "Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha" - Jerome Polin Akhir-akhir ini aku suka sekali menonton YouTube Jerome Polin, dan dalam minggu ini baru saja kesampean membaca buku yang menceritakan kisah hidupnya berjudul "Mantappu Jiwa". Dari bukunya aku belajar bahwa hidup itu ga pernah mudah dan Jerome adalah seorang pemuda yang gigih berjuang dan pantang menyerah, ia juga selalu membawa seluruh usahanya di dalam doa kepada Tuhan. Salah satu quotes yang aku suka dari bukunya yaitu: Seperti kata orang banyak jalan menuju ke Roma, berarti banyak juga jalan menuju kesuksesan. Namun ternyata Roma yang kita tuju belum tentu Roma yang Tuhan maksud." Setelah membaca sebagian dari bukunya dan setiap kali menonton videonya, aku selalu termotivasi untuk bangkit lagi. Bersyukur karena Tuhan bangkitkan orang yang humble seperti Jerome Polin.  Pada hari ini, tanggal 09 Juni 2021 aku mau cerita sedikit tentang health condition ku. Kemarin genap 3 bulan aku me...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Tulisan di awal tahun 2015

KENANGAN Selamat tahun baru. Sangat tidak terasa, waktu sudah berlalu begitu cepat. Sepertinya, baru saja kemarin aku libur, ternyata besok sudah sekolah lagi. Aku senang dengan liburan kali ini. Walaupun rasa malas di masa libur sangat kuat, tapi aku tetap berhasil mengatur jadwalku. Hal yang paling sering kukerjakan waktu libur adalah membaca, menonton, dan melihat kenangan serta mengingatnya.  Biasanya, aku mengingat kenangan melalui foto atau buku harian. Banyak cerita yang terkandung di dalamnya. Cerita itu tidak selalu menyenangkan. Tidak jarang cerita itu membuatku sedih. Namun, aku senang mengenangnya dan kusebut kenangan itu sebagai sejarah.  Saat mengenang masa lalu dan melihat masa kini, aku menyadari ada banyak hal yang berubah. Sebagian dari mereka sudah tidak seramah dulu. Namun, ada juga yang masih sama. Diriku pun berubah. Aku sering mengeluh akan perubahan yang terjadi, tapi kusadari bahwa itulah kehidupan. kehidupan menyebabkan adanya perubahan, ke arah p...