Langsung ke konten utama

brosur konser


 NINE DAYS MORE ! (14 MEI 2014)

Wah wah... uda tanggal 5 Mei nih tinggal menghitung hari aja untuk sampai ke tanggal 14 Mei -6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14- 

        Ga sabar nih tinggal 9 hari lagi! Oh ya, kalian tau ga kenapa saya menghitung hari? Bukan karena itu hari ulang tahun saya sih, cuman hari itu benar2 spesial!! Soalnya, di hari itu ada konser Beethoven, terus conductor nya itu Wilson Hermanto (Conductor terkenal) .. Konser ini adanya Jakarta loh! lebih tepatnya di ASJ (Aula Simfonia Jakarta).. Jarang-jarang kan denger ada konser sebagus ini di Jakarta? Makanya buat kalian yang penasaran bisa dateng ke ASJ tapi harus ada harga yang dibayar juga hehe.. Kalau kalian berminat, kalian bisa beli tiketnya di box office ASJ , dan ini alamatnya: Jln. Industri Blok B 14 Kav 1, Kemayoran, Jakarta Pusat. (no telp: +6221 6586 7808 atau +628777 1002009) ...

------------------------------------------------------------------------------------------------------------
short summary of Beethoven

Beethoven violin concerto in D Major was composed in only a number of weeks between November and December 1806 - unusually short for Beethoven - the concerto was not as well-received as hoped in its premiere. It was completed merely 2 days away from the performance and the violinist had to play from a score with much little preperation. The work was revived in 1884 by the violinist Joseph Joachim - only 12 years old at that time - with Felix Mendelssohn conducting the orchestra. It was perceived as one of the most important works in the violin repertoire, and has been maintaining its status as among the best. 

Source: ASJ bulletin 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Jakarta

Kota Jakarta   Ternyata, kota Jakarta tidak seburuk yang kubayangkan, namun tidak juga seindah yang kuimpi kan. Bukan hanya pemandangannya tapi juga transportasinya, tempat-tempat kunjungannya, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tumbuhan hijau yang banyak dan tertata rapih, kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan yang mulus, halus dan indah, pejalan kaki yang menyeberang dengan tertib, pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas ….. itulah sebagian kecil dari impianku untuk kota Jakarta. Memang begitu mudah untuk mengutarakan pikiran ini, namun begitu sulit untuk melaksanakannya. Aku sempat berpikir, apa yang dapat kulakukan untuk kota Jakarta – Indonesia – yang kucintai ini? Mungkinkah saat ku besar nanti aku menjadi seorang sastrawan yang terus menulis? Atau mungkin, di siang hari yang terik aku sendiri yang menyingkirkan dedauan kering itu? Atau mungkin aku adalah salah seorang yang berpartisipasi dalam pembersihan kali? Aku tau, walaupun aku bisa tapi belum...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Yang Baru dari Tuhan

Yang Baru dari Tuhan Saat aku tersesat Aku tidak dapat melihat sekelilingku Gelap … Hitam … Semua tidak terlihat Harapan yang dulu terang di depanku Kini menjadi hampa dan kosong Sejumlah cara yang dulu terkumpul Kini menjadi serpihan debu yang tersimpan Walau begitu Takkan ada seorangpun yang dapat menolongku Atau memberi harapan padaku Karena ku tahu bahwa mereka tidak mampu Di saat yang hampir bersamaan Ada suatu harapan baru Muncul, tiba di depanku Walau kecil kemungkinan untukku dapat meraihnya Harapan itu langka Tidak semua orang mendapatkannya Karena itu ku’kan berusaha menggapainya Meski ku tahu sangat sulit untuk memperolehnya