Jauh dari Alam = Kasihan
Aku
pernah berkhayal kalau suatu saat nanti aku menjadi orang desa, di mana
setiap pagi pergi bertani, bercocok tanam, dan melakukan hal yang menyenangkan
(berbeda dari biasanya). Aku tahu bahwa itu semua melelahkan tapi setidaknya
mereka (warga desa) lebih dekat dengan alam. Sering aku berkata bahwa aku cinta
alam, namun sampai sekarang tidak ada bukti nyata dari dalam diriku. Pernah
kubayangkan setiap pagi udara sejuk itu masuk ke dalam tubuhku, sinar matahari
menjadi satu-satunya penerang yang terterang dalam hidupku, air yang jernih itu
mengalir di dalam dan di luar tubuhku, dan makhluk-makhluk kecil menjadi
makhluk yang tidak menggangguku. Terkadang aku merasa bosan dengan hidup ini,
karena aku kurang mensyukuri pemberian ini. Banyak dari mereka berkata bahwa
aku sungguh bersyukur mamiliki hidup seperti ini dan tidak seperti mereka yang
mempertanyakan hari esok. Akan tetapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya
kurasakan … Aku hanyalah warga kota yang terlalu jauh dari alam, namun aku
mencoba untuk memahami dan ‘mengenal’ alam yang sungguh indah ini, dan
belajar untuk mensyukuri atas apa yang ada sekarang …
Komentar
Posting Komentar