Langsung ke konten utama

May 2025: Refleksi hidup 1,5 tahun di kota Surabaya

Siapa yang sangka aku akan bekerja di luar kota, sekali lagi merantau jauh dari orang tua?

Katanya, menulis tanpa berpikir dan cukup mencurahkan semua isi kepala di tulisan itu bisa melegakan, so here I am… sekarang lagi di Philips cafe surabaya, aku hari ini ikut kebaktian umum 2, biasanya setelah KU2 aku makan bersama temanku tapi hari ini aku uda makan duluan. Ci Vanessa baru dari citra bersama kak Silvia dan kak Winda, ce Myrna ada rapat, so here I am alone. 


Aku suka sendiri, karena ketika sendiri aku bisa lebih fokus pada apa yang dikerjakan tanpa perlu berbasa-basi dengan orang lain, walaupun kalau terlalu lama sendiri berasa sepi juga sih… well, kemarin cukup menyenangkan karena aku visit BBW di surabaya convention hall (at PTC), I surely will miss my moment and days living in Surabaya. Ga terasa, 1 bulan lagi bakal balik ke Jakarta, masa merantau telah selesai untuk saat ini. 


7 hari lagi aku uda berusia 26 tahun, sungguh ga berasa… 1,5 tahun aku di surabaya… Tuhan yang memimpin jalan hidupku di usia 25 tahun, saat quarter life crisis strike my life deeply, Tuhan memimpin setiap langkah pergumulanku. Tau dari mana Tuhan pimpin, emangnya uda selesai struggles nya? Belom kok, masih struggling, tapi aku bisa merasakan pimpinan dan anugerahNya melalui simple, small happiness in my daily life. Mulai dari Tuhan berikan teman2 yang suportif dan jujur (seperti ce Myrna dan ci Vanessa, ce Sherly, ko Lukas), anak2 murid yang nurut dan manis (Joy, Kiev, Derrik, Nevano, dll), dan juga teman kerja yang baik (Ls Desy, dan teman2 Single Subject).


Yup, tahun lalu di bulan Januari 2024, aku datang ke Surabaya dengan 1 simple mind, yaitu: aku datang ke kota ini untuk mencari pengalaman, rasanya keren untuk bisa ngajar di sekolah, ada suatu tantangan yang melebihi cuman sekadar jadi guru les. My pride shallow me deeply, especially waktu di HALO MEC, rasanya kerjaan stagnan dan gitu2 aja, that’s why aku milih untuk pindah. WHY Surabaya?? Emang Jakarta ga ada sekolah bagus? Bukan ga ada, lebih tepatnya ga dibuka jalannya, dan mau lari dari kondisi rumah yang sangat stressful. Plus aku emang mau coba kerja di international school, alasannya simple: karena gaji dan culture work. Kenapa ga SKC? Simply ga mau mencampuri “pelayanan” dan “bekerja”, iykyk. 


Anyway, penyertaan Tuhan bukan hanya dalam hal yang baik, lancar, dan enak dalam hidup… Ia juga berbicara dan memberiku life lesson yang penting pol melalui daily struggles dan keseharianku, terutama dalam bekerja di sekolahan, kekuatan untuk menghadapi teman gereja (ce Natasha), dan struggle menghadapi orang tua di Jakarta. Bukan berarti mereka orang jahat, karena dunia ga sehitam putih itu, tapi karena beberapa hal yang membuat diriku risih dengan sikap dan personality mereka. 


Mulai dari murid sekolah yang kelakuannya luar biasa abstrak dan susah diatur, classroom management yang kacau balau, sampai sekarang pun masih struggling.. But the good news is: Tuhan pimpin! Bukan mengangkat all struggle and problem at once, melainkan Tuhan membuat aku belajar dan bertumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih kuat, punya hati lembut tapi sikap yang tegas, berani marah sama murid tanpa merasa guilty feeling, perasaan ketika marah sampai membentak bukan karena aku benci mereka, tapi karena aku sayang mereka dan mau mereka lebih baik. 


Teman gereja (ce Natasha), yang awalnya terlihat sangaaattt friendly, ternyata ada sisi lainnya. Dia orang yang melankolis, suka cerita, dan ramah sama orang baru. Seiring berjalannya relasi baru paham dia orang yang seperti apa. Sukanya didengar bukan mendengarkan, selalu bahas soal percintaan dia (jomblo sampai umur 33 tahun dan selalu galau tentang jodoh), suka curhat tapi ga mau terima kritik atau masukan orang, denial sama kritikan, ga suka bersih-bersih, malas banget omg… terus juga cuek POL (ga peduli, ga ngabarin kalau dia mau pergi atau gimana), dan suka telatan, serta omongannya tidak konsisten. Cape kan? Kalau ketemu seminggu sekali oke, masalahnya ini satu atap jeng jeng… 


Semenjak ketemu ci Vanessa tahun ini, aku belajar banget tentang konsep kehidupan. Kehidupan yang tidak selalu manis dan berwarna, kehidupan yang isinya juga ada tangisan, kesakitan, sorrow and grief, and it’s okay, that’s life :) 

Belajar untuk menerima keterbatasan kita, belajar toleransi sama sikap orang lain, belajar untuk berani mengekspresikan emosi, belajar untuk speak up dan set boundaries, belajar untuk menjalani hari2 yang sendu, belajar untuk bersyukur dan melalui proses yang ada. Belajar untuk tidak disukai orang lain dan its okay. Mereka ga suka kita bukan berarti kita jahat, melainkan karena beda pandangan. Perbedaan itu gapapa banget!


Ajaibnya, inilah yang aku pelajari selama merantau di Surabaya.

Masalahku dengan orangtua, masalah sehari-hari bukanlah hal yang terberat.

Persoalan pasangan hidup, perjalanan mencari karier dan kemampuan untuk menunjang kebutuhan hidup sendiri, menjadi individu yang bebas, itu semua perlu proses.


Tuhan mengajarkan aku untuk melalui semua proses itu bersama-Nya, dan percayalah Dia yang akan provide. 


“God will provide.. Strength for the journey, bread for the morning, and shelter for the night… God will provide hope for the weary, God will sustain me all the days of my life” - God will Provide song by Mark Patterson.


Ternyata benar, setelah menulis rasanya lebih lega… jauh lebih lega!

Praise the LORD :)

Happy Sunday!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

keluhan (pelajar) Duh, tugas lagi tugas lagi, demen banget sih guru kasih tugas. Gatau apa ya satu minggu bukan cuman pelajaran dia, masih banyak tugas lain yang harus dikerjain. Numpuk pula...  (pekerja) Huuuftt... lembur lagi hari ini, padahal kemaren bilangnya minggu ini ga akan lembur, eh... tau2nya si bos tambahin kerjaan baru, katanya urgent besok pagi harus uda kelar...  (pengangguran) Lima, enam, tujuh... uda lamaran kedelapan ni.. sampe kapan ditolak terus... huftt hidup-hidup, kerja buat sesuap nasi aja susah banget deh ya  (bos)  Malam ini ada meeting, besok pagi uda harus take off keluar kota, lusa balik lagi untuk meeting sama clien. kapan ya hari pensiun tiba? (orang pensiun) Teringat masa muda ketika tenaga masih banyak, waktu masih ada, sekarang berjalanpun aku sulit... memang tinggal tunggu hari saja ... *** Ternyata, hidup manusia itu selalu dipenuhi keluhan ya, di posisi manapun, kita seringkali mengeluh dan merasa tidak puas. Kalau ada satu hari u...

Kejadian di awal tahun 2021: Aku sakit lagi?

Bagiku, 2016 merupakan tahun yang penuh dengan kenangan karena di tahun ini banyak sekali pasang surut gelombang kehidupan yang aku alami. Dalam satu tahun, aku terbang ke dua negara yang berbeda, bukan untuk bertamasya melainkan untuk berobat. Ya, dapat dikatakan tahun ini merupakan tahun "tergelap" bagi kehidupan fisikku. Mengalami penderitaan yang tak kunjung henti, keluar masuk ruang operasi, dan aku pun (dan ibuku) dituntut untuk belajar sabar. Setelah lewat tahun ini, akupun merasa aku sudah lebih dewasa karena berhasil melalui rintangan yang ada. Alhasil, siapa yang menduga gelombang dua penderitaan kini muncul kembali? Ya, ternyata selang 5 tahun, arus penyakit lainpun tiba di hidupku. Tepat satu tahun setelah tahun Covid-19... 2021 adalah tahun penuh harapan bagi banyak orang, tidak asing terdengar dimana-mana bahwa kita semua mengharapkan perubahan. Sudah cukup menderita karena Covid sepanjang tahun 2020. Akan tetapi, tentunya tidak semua harapan kita berjalan semul...

Berapa nilai untuk hari Natal?

Apa makna NATAL bagimu? Natal. Selama tiga belas tahun, saya memaknai natal sebagai satu momen yang indah sebelum menuju tahun baru. Tahun lalu, saya baru mengerti apa itu natal dan kini saya semakin paham akan makna natal itu sendiri. Mungkin banyak orang merayakan natal hanya sebagai sebuah tradisi atau hanya sebatas ikut-ikutan orang. Namun, apakah mereka benar-benar memahami untuk apa natal dirayakan? Kemarin (Kamis), saya baru saja merayakan natal di sekolah. Jujur saja, saya merasakan kebersamaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di natal sekolah. Awalnya, saya menduga bahwa perayaan natal tidak akan "seheboh" itu. Heboh bukan berarti ada berbagai pernak-pernik natal, artis-artis yang jago nyanyi, dsb. Namun, heboh berarti kami sama-sama saling lebih mengenal, berinteraksi, dan berbagi kebahagiaan natal bersama. Dalam kebersamaan itu, ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu: kebersamaan dalam kasih. Kasih yang diberikan oleh sang Sumber dan dibagikan ...