Langsung ke konten utama

26岁的我再次进入面试时段

准备最良好的履历表去申请跟中文有关的公司岗位。
毕业以后,我都在教育领域上班确实当中文老师,正式干了4年的教学经验而现在想要回本城市(雅加达)上班。

5月份初已经开始投履历表,而到此谈了一些面试。
心里觉得很累,但因为不是第一次所以也没那么慌张。

很多人跟我说:”你会讲中文,肯定能在大陆公司上班,薪资也比一般高”
其实,我觉得这句话是因人而异,毕竟面试官也得看我们的经验和工作能力是否于他们所找得有关,还有得看每个人的运气吧!

像我有一个印尼的大学朋友,她毕业后就在台湾上了两年的班,后来回雅加达工作了,薪资也跟台湾的差不多一样大。有时候羡慕她的运气,不过每个人还是有各的张。

希望这次工作,我能找到属于自己的工作环境(良好的同事们),能学到新的东西,能拿到良好的薪资,能学会控制压力,能享受生活(虽然我知道以后的路不是完全完美的)。

面试官肯定问我的问题:为何要离开在教育领域的工作?”
这个问题我只能回答:“目前想要回雅加达在公司工作”
真想的答案是:“受不了了!!教小朋友真的十分累!常常觉得现在的工作很不值得。国际学校不尊重中文课,学生的态度也无所谓,大多数没精神学中文,而且还需要面对小朋友玩屁的态度。除了教书,还得弄资料,我真的觉得累的很。。。周末也常加班,而且是自愿的因为学校不允许我们加班,也没有加班费。说到薪资也没那么大。这些就让我觉得上班没有什么成就感。。。”


加油吧!
26岁,新的工作环境,希望能在公司上班,好环境、好薪资!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Jakarta

Kota Jakarta   Ternyata, kota Jakarta tidak seburuk yang kubayangkan, namun tidak juga seindah yang kuimpi kan. Bukan hanya pemandangannya tapi juga transportasinya, tempat-tempat kunjungannya, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tumbuhan hijau yang banyak dan tertata rapih, kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan yang mulus, halus dan indah, pejalan kaki yang menyeberang dengan tertib, pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas ….. itulah sebagian kecil dari impianku untuk kota Jakarta. Memang begitu mudah untuk mengutarakan pikiran ini, namun begitu sulit untuk melaksanakannya. Aku sempat berpikir, apa yang dapat kulakukan untuk kota Jakarta – Indonesia – yang kucintai ini? Mungkinkah saat ku besar nanti aku menjadi seorang sastrawan yang terus menulis? Atau mungkin, di siang hari yang terik aku sendiri yang menyingkirkan dedauan kering itu? Atau mungkin aku adalah salah seorang yang berpartisipasi dalam pembersihan kali? Aku tau, walaupun aku bisa tapi belum...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Yang Baru dari Tuhan

Yang Baru dari Tuhan Saat aku tersesat Aku tidak dapat melihat sekelilingku Gelap … Hitam … Semua tidak terlihat Harapan yang dulu terang di depanku Kini menjadi hampa dan kosong Sejumlah cara yang dulu terkumpul Kini menjadi serpihan debu yang tersimpan Walau begitu Takkan ada seorangpun yang dapat menolongku Atau memberi harapan padaku Karena ku tahu bahwa mereka tidak mampu Di saat yang hampir bersamaan Ada suatu harapan baru Muncul, tiba di depanku Walau kecil kemungkinan untukku dapat meraihnya Harapan itu langka Tidak semua orang mendapatkannya Karena itu ku’kan berusaha menggapainya Meski ku tahu sangat sulit untuk memperolehnya