Langsung ke konten utama

Studi lanjut, pilihan atau kewajiban?

Studi lanjut, pilihan atau kewajiban?

Tulisan di bawah ini merupakan catatan dan tulisan reflektif dari seminar #saltshakerseries
yang diadakan secara online oleh GRII Kelapa Gading pada hari Kamis, 3 September 2020. 


Selamat membaca!

    Pada zaman dahulu, belajar adalah kegiatan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang memiliki banyak waktu luang, maka dari itu study berasal dari kata "leisure" yang artinya "waktu luang". Jumlah buku pengetahuan yang adapun tidaklah banyak dan memerlukan biaya yang cukup besar untuk mengakses semuanya itu. Tidak heran, pendidikan dianggap sebagai bagian dari kaum elit yang tidak dimiliki semua kalangan. Namun, zaman berubah begitu pula dengan  pandangan akan pendidikan. Kini, tidak sedikit orang dapat bersekolah bahkan di beberapa negara, pendidikan merupakan hal yang diwajibkan oleh pemerintah. 
    Di Indonesia, kita tentunya tidak asing dengan tingkat pendidikan dasar yang ada secara umum, yaitu SD,SMP,SMA. Ketika sudah menyelesaikan pendidikan dasar, masyarakat cenderung ingin melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu S1, karena dalam era yang semakin berkembang dan maju ini, pendidikan dinilai sebagai salah satu standar yang harus dimiliki oleh seseorang. Sudah seyogianya tidak sedikit orang berpikir untuk lanjut S2 setelah menyelesaikan tingkat pendidikan sarjana. Namun, herannya tidak sedikit masyarakat yang berpikir bahwa pendidikan di bangku kuliah itu tidak penting... 'gelar hanyalah gelar, toh yang nanti terjadi di lapangan pastilah hal yang baru lagi, jadi buat apa sekolah tinggi-tinggi? Toh ujung-ujungnya juga buat kerja, yang penting cari uang yang banyak aja, nabung sejak dini untuk masa depan yang lebih cerah.' Ya, begitulah pandangan segelintir orang di luar sana. Pertanyaannya, apakah studi lanjut merupakan salah satu pilihan untuk isi resume yang lebih menawan atau justru kewajiban di zaman yang sudah semakin maju ini? 
    Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan lanjut memerlukan biaya yang banyak, tidak heran kalau sebagian orang berpikir lebih baik kerja dulu sambil mengumpulkan uang untuk studi lanjut. Namun, ketika kita memiliki kesempatan dan akses yang memadai, mengapa seringkali kita ragu untuk studi lanjut, apa motif dibalik keraguan itu? Saya percaya bahwa setiap manusia diciptakan dengan tujuan dan panggilannya masing-masing yang seringkli diartikan sebagai "carilah passionmu". Itulah mengapa sebelum mengambil langkah lebih jauh, kita harus terlebih dahulu mengenal siapa diri kita, dan apa yang menjadi panggilan hidup kita. 

Berikut adalah beberapa point penting dari sharing kemarin, semoga bisa menjadi berkat bagi para pembaca :)

Panggilan orang kristen...
    1. Panggilan untuk menjadi terang dan garam
        Terang dan garam. Dua hal yang diperlukan semua orang dalam hidup. Tanpa terang sulit bagi kita untuk melihat dan bekerja, tanpa garam pastinya akan hambar bukan? Dari kegunaannya saja kita bisa tahu bahwa kedua komponen ini sangatlah penting dan ternyata kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam, yaitu sebagai orang 'penting' yang berpengaruh dalam hidup orang lain, tentunya dengan kapasitas yang beragam (ada yang beberapa butir saja, ada yang sesendok atau bahkan segunung). 
        Walau begitu, tidaklah mudah untuk mencapai goal itu. Memang betul tidak semua orang dipanggil untuk menjadi garam sebukit, tapi bukan berarti kita staknan pada posisi yang sama tanpa perkembangan. Oleh karena itu, tidak jarang orang bermimpi untuk menjadi orang sukses, apalagi ketika sudah mengantongi gelar pendidikan yang tinggi. 
            Sejarah mencatat bahwa seringkali orang yang bermimpi untuk mengubah dunia justru berujung pada kegagalan atau signifikan yang minim. Sebaliknya, tokoh sejarah seperti Alexander Agung yang tidak pernah memiliki ambisi tersebut justru merupakan tokoh yang membawa signifikan penting dalam sejarah. Sungguh fakta yang unik... 

    2. Panggilan untuk belajar
        Menjadi terang dan garam adalah sebuah panggilan yang mulia dan penuh perjuangan. Sama halnya dengan tidak ada emas murni yang tidak dilebur, tidak ada permata berkilau yang tidak diasah, begitu pula dengan panggilan kita untuk menjadi terang dan garam yang berkualitas. Kebutuhan terang dan garam setiap pribadi pastilah berbeda, tapi ini tidak menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengasah dan meng upgrade diri. Oleh karena itu, selain terpanggil untuk menjadi terang dan garam, salah satu panggilan orang kristen juga adalah panggilan untuk belajar. 
        Kita, manusia abad-21, hidup di zaman yang kaya akan ilmu pengetahuan. Dengan berbagai akses dan kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi, tidak ada alasan bagi kita untuk berkata 'Saya tidak bisa belajar karena buku terlalu mahal'. Pertanyaannya, apakah kita sudah semaksimal mungkin memanfaatkan akses ini? Selain itu, berbicara mengenai studi lanjut, jika kita memiliki kesempatan lebih, apa salahnya untuk mencoba studi lanjut? Jangan biarkan kemalasan dan kecemasan menghalangi langkah dan pilihan kita. 


Keputusan besar yang ingin kita ambil seringkali terhambat karena pelbagai pertimbangan, tapi jangan sampai kecemasan dan keraguan menghalangi pilihan kita. Ingat, orang kristen adalah orang yang berjalan dengan iman. Setiap perjalanan dan langkah hidup kita memang tidak pernah absolutely jelas. Tidak mungkin kita tunggu Tuhan berkata A baru kita lakukan A. Namun, dalam setiap langkah hidup yang ada, kita harus mempertimbangkan "apakah pilihan saya membuat saya semakin dekat dengan Tuhan, apakah pilihan ini bisa menjadi berkat bagi orang lain, dan apakah  hal yang saya kerjakan memuliakan nama-Nya?". Karena setiap momen dalam hidup kita mirip dengan kepingan puzzle, yang pada akhirnya akan tergabung menjadi sebuah puzzle yang komplit dan utuh. Oleh karena itu, biarlah kita bijak dalam setiap keputusan yang kita pilih. 

Jadi menurutmu, studi lanjut itu pilihan atau kewajiban?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

keluhan (pelajar) Duh, tugas lagi tugas lagi, demen banget sih guru kasih tugas. Gatau apa ya satu minggu bukan cuman pelajaran dia, masih banyak tugas lain yang harus dikerjain. Numpuk pula...  (pekerja) Huuuftt... lembur lagi hari ini, padahal kemaren bilangnya minggu ini ga akan lembur, eh... tau2nya si bos tambahin kerjaan baru, katanya urgent besok pagi harus uda kelar...  (pengangguran) Lima, enam, tujuh... uda lamaran kedelapan ni.. sampe kapan ditolak terus... huftt hidup-hidup, kerja buat sesuap nasi aja susah banget deh ya  (bos)  Malam ini ada meeting, besok pagi uda harus take off keluar kota, lusa balik lagi untuk meeting sama clien. kapan ya hari pensiun tiba? (orang pensiun) Teringat masa muda ketika tenaga masih banyak, waktu masih ada, sekarang berjalanpun aku sulit... memang tinggal tunggu hari saja ... *** Ternyata, hidup manusia itu selalu dipenuhi keluhan ya, di posisi manapun, kita seringkali mengeluh dan merasa tidak puas. Kalau ada satu hari u...

Kejadian di awal tahun 2021: Aku sakit lagi?

Bagiku, 2016 merupakan tahun yang penuh dengan kenangan karena di tahun ini banyak sekali pasang surut gelombang kehidupan yang aku alami. Dalam satu tahun, aku terbang ke dua negara yang berbeda, bukan untuk bertamasya melainkan untuk berobat. Ya, dapat dikatakan tahun ini merupakan tahun "tergelap" bagi kehidupan fisikku. Mengalami penderitaan yang tak kunjung henti, keluar masuk ruang operasi, dan aku pun (dan ibuku) dituntut untuk belajar sabar. Setelah lewat tahun ini, akupun merasa aku sudah lebih dewasa karena berhasil melalui rintangan yang ada. Alhasil, siapa yang menduga gelombang dua penderitaan kini muncul kembali? Ya, ternyata selang 5 tahun, arus penyakit lainpun tiba di hidupku. Tepat satu tahun setelah tahun Covid-19... 2021 adalah tahun penuh harapan bagi banyak orang, tidak asing terdengar dimana-mana bahwa kita semua mengharapkan perubahan. Sudah cukup menderita karena Covid sepanjang tahun 2020. Akan tetapi, tentunya tidak semua harapan kita berjalan semul...

Berapa nilai untuk hari Natal?

Apa makna NATAL bagimu? Natal. Selama tiga belas tahun, saya memaknai natal sebagai satu momen yang indah sebelum menuju tahun baru. Tahun lalu, saya baru mengerti apa itu natal dan kini saya semakin paham akan makna natal itu sendiri. Mungkin banyak orang merayakan natal hanya sebagai sebuah tradisi atau hanya sebatas ikut-ikutan orang. Namun, apakah mereka benar-benar memahami untuk apa natal dirayakan? Kemarin (Kamis), saya baru saja merayakan natal di sekolah. Jujur saja, saya merasakan kebersamaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya di natal sekolah. Awalnya, saya menduga bahwa perayaan natal tidak akan "seheboh" itu. Heboh bukan berarti ada berbagai pernak-pernik natal, artis-artis yang jago nyanyi, dsb. Namun, heboh berarti kami sama-sama saling lebih mengenal, berinteraksi, dan berbagi kebahagiaan natal bersama. Dalam kebersamaan itu, ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu: kebersamaan dalam kasih. Kasih yang diberikan oleh sang Sumber dan dibagikan ...