Langsung ke konten utama

Cerita di hari natal

Berbagi Cerita di Hari Natal

Natal di zaman ini sudah terlalu berbeda dengan natal zaman dahulu. Hari yang begitu agung dan ajaib kini menjadi seperti hari raya biasa, bahkan sangat biasa...

Kemarin aku baru saja merayakan malam natal di gereja. Aku senang karena masih bisa merayakan natal bersama keluarga dan temanku. Namun, aku sedih karena tidak semua keluargaku berkumpul bersama untuk beribadah. Ayahku tidak...

Tadi pagi, karena terlalu lelah maka aku terbangun telat. Ketika bangun, hal pertama yang aku ingat adalah "wow hari ini hari NATAL dan aku bangun terlalu siang". Aku melihat (di televisi) ada gereja yang sedang beribadah, ada pula yang sedang mempersiapkan untuk ibadah nanti. Aku bertanya pada diriku "Berapa banyak orang yang merayakan NATAL hari ini? (dan) Apa NATAL bagi mereka?"

Di malam natal, ternyata selain gereja yang ramai shopping mall juga ramai. Di mana-mana terpajang gambar si Bapak tua berjenggot yang disebut sebagai santa claus. Sadar atau tidak, figur natal sudah berubah. Mungkin tulisan merry christmas kurang tepat karena yang lebih tepat adalah merry santamas. Aku sedih melihat hal ini dan berharap semua kembali seperti semula… semula yang benar …

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Jakarta

Kota Jakarta   Ternyata, kota Jakarta tidak seburuk yang kubayangkan, namun tidak juga seindah yang kuimpi kan. Bukan hanya pemandangannya tapi juga transportasinya, tempat-tempat kunjungannya, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tumbuhan hijau yang banyak dan tertata rapih, kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan yang mulus, halus dan indah, pejalan kaki yang menyeberang dengan tertib, pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas ….. itulah sebagian kecil dari impianku untuk kota Jakarta. Memang begitu mudah untuk mengutarakan pikiran ini, namun begitu sulit untuk melaksanakannya. Aku sempat berpikir, apa yang dapat kulakukan untuk kota Jakarta – Indonesia – yang kucintai ini? Mungkinkah saat ku besar nanti aku menjadi seorang sastrawan yang terus menulis? Atau mungkin, di siang hari yang terik aku sendiri yang menyingkirkan dedauan kering itu? Atau mungkin aku adalah salah seorang yang berpartisipasi dalam pembersihan kali? Aku tau, walaupun aku bisa tapi belum...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Yang Baru dari Tuhan

Yang Baru dari Tuhan Saat aku tersesat Aku tidak dapat melihat sekelilingku Gelap … Hitam … Semua tidak terlihat Harapan yang dulu terang di depanku Kini menjadi hampa dan kosong Sejumlah cara yang dulu terkumpul Kini menjadi serpihan debu yang tersimpan Walau begitu Takkan ada seorangpun yang dapat menolongku Atau memberi harapan padaku Karena ku tahu bahwa mereka tidak mampu Di saat yang hampir bersamaan Ada suatu harapan baru Muncul, tiba di depanku Walau kecil kemungkinan untukku dapat meraihnya Harapan itu langka Tidak semua orang mendapatkannya Karena itu ku’kan berusaha menggapainya Meski ku tahu sangat sulit untuk memperolehnya