Perenungan singkat dari kitab Imamat
Teringat bahwa dulu aku pernah bertekad membaca seluruh kitab perjanjian lama dalam kurun waktu tertentu, tapi hal itu terhenti ketika aku membaca kitab imamat yang penuh dengan peraturan rumit, detail, dan yang terkesan tidak nyambung dengan keadaan zaman ini. Karena itulah, semangatku hilang dan pada akhirnya aku berhenti melanjutkan pembacaan kitab ini dan beralih kepada kitab yang lain.
Selang berapa waktu, kembali aku dihadapkan pada pilihan untuk me-challange diri sendiri, dan akhirnya memutuskan ikut program BABER (Baca Alkitab Bersama) yang diselenggarakan oleh GRII Taipei. Komitmen, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan proses yang dijalani. Lagi-lagi ada saja pasang surutnya, dalam bentuk dan situasi yang beragam.
Pada hari ini, 07 Agustus 2020, aku berhasil membaca habis kitab ini, FINALLY! Rasanya senang karena ini adalah pencapaian simple dengan perjalanan yang complex. Membaca kitab imamat itu butuh konsentrasi yang tinggi, terutama kalau lagi ngantuk atau ga ngerti apa sih isinya, apa relevansinya dengan kehidupan gw? Perlahan aku mengerti bahwa tidak semua kitab di Alkitab bertujuan memberikan moral story yang aplikatif dalam kehidupan kita. Kitab-kitab itu justru ditulis dalam konteks, cerita, dan tujuan yang berbeda. Oleh karena itu, terlalu self-center ketika kita mengharapkan semua kitab berisi moral story seperti yang dapat kita temui dalam kitab injil. Alkitab itu terlalu indah hanya untuk dijadikan buku moral story, kita justru harus belajar menikmatinya sebagai sebuah kitab yang penuh dengan beragam kisah kehidupan.
Pembacaan hari ini mencakup banyak aspek (masih tentang perintah Tuhan kepada bangsa Israel melalui perantaraan kitab Musa). Hal yang paling berkesan adalah perikop mengenai berkat dan kutuk yang Tuhan berikan bagi bangsa Israel. Tuhan yang MahaKudus dan penuh kasih memberikan pilihan kepada bangsa Israel, yaitu untuk taat atau melawan, dan tentu keduanya ada konsekuensinya.
Kutuk itu tidak datang tanpa alasan, justru di dalam kutukan, Tuhan memberikan kesempatan kepada Israel (kita) untuk bertobat; yang dijabarkan lebih lanjut dalam ayat-ayat pada pasal 26, dalam perikop mengenai kutuk. Sebaliknya, tanpa perhitungan (generous), Tuhan memberikan berkat kepada orang Israel secara berlimpah.
Berkat dan kutuk memang sering diperbincangkan dan tidak jarang menjadi pusat/fokus orang untuk mencari Tuhan; "mendatangkan berkat, menjauhi kutuk". Namun, mungkin kita seringkali lupa bahwa kedua hal ini hanyalah efek samping atau result dari ketaatan kita.
Berkat adalah anugerah tambahan karena kita memilih untuk taat, sedangkan kutuk adalah hukuman karena ketidaktaatan kita (yang menghajar dan menyadarkan akan ketidaktaatan kita). Justru yang terpenting dari semuanya itu adalah bagaimana relasi kita dengan Tuhan.
Sudah seberapa kenalkah kita denganNya?Sudah seberapa seringkah kita menyakiti hatiNya karena ketidaktaatan kita?Namun, anugerahNya yang selalu baru setiap pagi (seperti sebuah lagu yang dinyanyikan) tidak henti-hentinya menyertai dan membimbing kita.soli deo gloria~
Jumat, 7 Agustus 2020Taiwan
Kota Jakarta Ternyata, kota Jakarta tidak seburuk yang kubayangkan, namun tidak juga seindah yang kuimpi kan. Bukan hanya pemandangannya tapi juga transportasinya, tempat-tempat kunjungannya, maupun masyarakat yang tinggal di dalamnya. Tumbuhan hijau yang banyak dan tertata rapih, kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan yang mulus, halus dan indah, pejalan kaki yang menyeberang dengan tertib, pengemudi yang mematuhi peraturan lalu lintas ….. itulah sebagian kecil dari impianku untuk kota Jakarta. Memang begitu mudah untuk mengutarakan pikiran ini, namun begitu sulit untuk melaksanakannya. Aku sempat berpikir, apa yang dapat kulakukan untuk kota Jakarta – Indonesia – yang kucintai ini? Mungkinkah saat ku besar nanti aku menjadi seorang sastrawan yang terus menulis? Atau mungkin, di siang hari yang terik aku sendiri yang menyingkirkan dedauan kering itu? Atau mungkin aku adalah salah seorang yang berpartisipasi dalam pembersihan kali? Aku tau, walaupun aku bisa tapi belum...
Komentar
Posting Komentar