Langsung ke konten utama

20 Okt 2014, naiknya Pak Jokowi


MOMENT PENTING SEJARAH INDONESIA 
  . . . 20 OKTOBER 2014 . . . 

Biasanya yang terpilih menjadi seorang pemimpin adalah orang yang sudah ada persiapan yang kuat atau yang lahir dari keturunan orang ternama, dsb. Tapi kali ini hanyalah seorang rakyat biasa yang menganggap semuanya ini terjadi hanya  karena sebuah kecelakaan. Ia sama sekali tidak pernah memikirkan untuk menjabat sebagai seorang presiden, apalagi berita-cita. Saya kagum pada pak Jokowi, sikap "blusukan"nya menggambarkan bahwa ia bukanlah seperti kebanyakan pemimpin pada umumnya. Menurut saya, selain sikapnya yang sederhana, jujur, apa adanya, tegas dan merakyat, kecerdasannya juga mendukungnya untuk dipilih. Jokowi bukanlah orang yang cerdas dalam berbicara, gerak tubuhnya pun cenderung kaku. Akan tetapi kecerdasannya dalam mencari, memahami, dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari inilah yang membuat ia pantas menjadi seorang pemimpin. Sikapnya dalam bekerja menunjukkan bahwa ia bekerja bukan untuk diri sendiri tapi dari, oleh dan bagi rakyat.

Apa yang saya pelajari?
Dari peristiwa ini, saya belajar bahwa sebetulnya pemimpin yang dibutuhkan rakyat bukanlah pemimpin yang hanya bicara besar di ruang rapat atau kantornya, tapi pemimpin yang bisa mengerti dan membantu menyelesaikan segala keluh kesah rakyat. Pemimpin yang sejati seharusnya tidak memaknai jabatan sebagai suatu kesempatan untuk meperkaya diri sendiri, tapi seharusnya memaknai jabatan sebagai sebuah kesempatan dalam melayani rakyat. Saya juga belajar bahwa sebenarnya orang yang memiliki kecerdasan dalam banyak hal belum tentu mampu menjadi seorang pemimpin. Sering kali rakyat salah memilih mana yang lebih baik untuk dijadikan pemimpin mereka karena yang dilihat hanyalah potensi luar dari diri seseorang. Selain itu, pelantikan presiden kali ini juga memiliki suasana yang berbeda dari tahun2 sebelumnya. Pelantikan di tahun-tahun sebelumnya tidak seheboh tahun ini. Saya juga melihat bahwa rakyat lebih menghargai orang yang turun tangan langsung dengan penampilan sederhana dibandingkan penampilan yang keren tapi hanya bisa bicara. Sebagai rakyat Indonesia, saya pun senang karena mendapatkan pemimpin  seperti Jokowi dan JK

sumber: www.kompas.com dan Metro TV

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rabu, 09 Juni 2021 "Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha" - Jerome Polin Akhir-akhir ini aku suka sekali menonton YouTube Jerome Polin, dan dalam minggu ini baru saja kesampean membaca buku yang menceritakan kisah hidupnya berjudul "Mantappu Jiwa". Dari bukunya aku belajar bahwa hidup itu ga pernah mudah dan Jerome adalah seorang pemuda yang gigih berjuang dan pantang menyerah, ia juga selalu membawa seluruh usahanya di dalam doa kepada Tuhan. Salah satu quotes yang aku suka dari bukunya yaitu: Seperti kata orang banyak jalan menuju ke Roma, berarti banyak juga jalan menuju kesuksesan. Namun ternyata Roma yang kita tuju belum tentu Roma yang Tuhan maksud." Setelah membaca sebagian dari bukunya dan setiap kali menonton videonya, aku selalu termotivasi untuk bangkit lagi. Bersyukur karena Tuhan bangkitkan orang yang humble seperti Jerome Polin.  Pada hari ini, tanggal 09 Juni 2021 aku mau cerita sedikit tentang health condition ku. Kemarin genap 3 bulan aku me...

Jakarta + hujan deras = ...

Sebuah peristiwa yang sulit membuatku belajar banyak hal... Senin, 9 Februari 2015                Sebuah peristiwa 2 tahun yang lalu pun terulang. Hujan deras kembali mengguyur kota Jakarta yang ramai ini. Jalan raya yang awalnya kering, kini terlihat seperti sungai yang mengalir. Sungai itu tidak lain adalah banjir. Ketika banjir, aku bisa melihat berbagai macam ekspresi orang. Ada yang senang, ada pula yang menggerutu, tapi ada juga yang tetap bersyukur. Peristiwa ini juga membuatku bisa belajar dan merefleksikan banyak hal...                Pagi itu aku masuk sekolah. Hujan deras terus turun membasahi jalan. Awalnya, aku mengira bahwa hanya sedikit dari kami yang masuk, tapi ternyata dugaanku salah. Pelajaran berlalu seperti biasa. Namun, ketika hujan tidak henti-hentinya turun dengan deras, banyak dari kami yang bersemangat untuk pulang...

Tulisan di awal tahun 2015

KENANGAN Selamat tahun baru. Sangat tidak terasa, waktu sudah berlalu begitu cepat. Sepertinya, baru saja kemarin aku libur, ternyata besok sudah sekolah lagi. Aku senang dengan liburan kali ini. Walaupun rasa malas di masa libur sangat kuat, tapi aku tetap berhasil mengatur jadwalku. Hal yang paling sering kukerjakan waktu libur adalah membaca, menonton, dan melihat kenangan serta mengingatnya.  Biasanya, aku mengingat kenangan melalui foto atau buku harian. Banyak cerita yang terkandung di dalamnya. Cerita itu tidak selalu menyenangkan. Tidak jarang cerita itu membuatku sedih. Namun, aku senang mengenangnya dan kusebut kenangan itu sebagai sejarah.  Saat mengenang masa lalu dan melihat masa kini, aku menyadari ada banyak hal yang berubah. Sebagian dari mereka sudah tidak seramah dulu. Namun, ada juga yang masih sama. Diriku pun berubah. Aku sering mengeluh akan perubahan yang terjadi, tapi kusadari bahwa itulah kehidupan. kehidupan menyebabkan adanya perubahan, ke arah p...